Sunday, March 5, 2017

NASEHAT MAULANA AL-HABIB LUTFI BIN YAHYA,(TENTANG ANAK SHOLEH)

Baik setia pembaca galeri ulama nusantara kali ini sya akan bagikan  tentang bagai mana kita bisa mempunyai anak (sholeh) Dan (sholehah) Demikian ketika maulana AL-habib Lutfi Bin yahya menerangkan untuk kita semua...

Bagaimana mungkin bisa punya anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya, kalau orang tuanya saja ingkar dan tidak pernah mendatangi para kyai, ulama dan orang saleh.

Ayah Imam Ghazali itu bukan ulama, akan tetapi beliau hormat, mendekat dan mencintai ulama. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, beliau menyisihkan untuk membeli manisan yang ia hadiahkan kepada para ulama, seraya memohon kepada Allah agar dianugrahi anak sholeh seperti ulama-ulama yang ia kagumi.

Allah menganugrahinya dua putra yang sholeh, keduanya menjadi ulama besar, keduanya terkenal di dunia Islam. Pertama, Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, kedua Ahmad bin Muhammad al-Ghazali. Orang biasa bisa melahirkan dua orang hebat karena cinta dan hormatnya kepada para ulama.

Kita sekalian meskipun orang biasa, bukan
keturunan Kiai, bukan keturunan ulama, bisa mempunyai anak-anak yang sholeh. Jangan berkecil hati, berdoa, dan mendekatlah kepada para kyai, para ulama. Allah Maha
mendengar, akan mengabulkan doa hamba--hambaNya.

ﺭﺏ ﻫﺐ ﻟﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ

”Ya Rabb-ku, anugrahkanlah kepadaku(seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh.
(QS. Ash-Shaffaat: 100)

Thursday, March 2, 2017

Mengutip Sedikit Sejarah AL-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir"

•Al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir•
-------------------------------
[Al-Imam Alwi - Ubaidillah - Ahmad Al-Muhajir - Isa Ar-Rumi - Muhammad An-Naqib - Ali Al-’Uraidhi - Ja’far Ash-Shodiq - Muhammad Al-Baqir - Ali Zainal Abidin - Husain - Fatimah Az-Zahro - Muhammad SAW]
Nama "'Alwi" atau "'Alawi" amat masyhur di kalangan para habaib terutama yang berketurunan Imam al-Muhajir r.a. Tersebut dalam "Syarhul 'Ayniyyah" karya as-Sayyid asy-Syarif al-'Aliy al-Muniif al-'Allaamah al-Habib Ahmad bin Zain al-Habsyi Ba 'Alawi yang mensyarahkan qasidah guru beliau Imam al-Haddad dinyatakan bahawa keturunan Rasulullah s.a.w. yang pertama diberi nama 'Alwi @ 'Alawi adalah cucu Imam Ahmad al-Muhajir yang pertama dilahirkan di Hadhramaut iaitu al-Imam as-Sayyid 'Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir. Daripada beliau inilah turun segala zuriat para habaib 'Alawiyyin @ Bani 'Alawi yang masyhur zaman berzaman. Maka kepada beliau inilah keluarga Junjungan Nabi s.a.w. keturunan Imam Husain r.a. dari jalur Imam 'Ali al-'Uraidhi dinisbahkan sebagai Aali Ba 'Alawi (keluarga Ba 'Alawi) atau 'Alawiyyin. Keturunan mulia yang amat berjasa dalam dakwah dan penyebaran Islam. Rumpun bangsa Melayu di Nusantara amat bertuah kerana Allah s.w.t. telah menjadikan Islamnya leluhur kita atas tangan para habaib yang mulia ini.
Beliau adalah Al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-’Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq, dan terus bersambung nasabnya hingga Rasulullah SAW. Beliau seorang yang sangat alim dan dan merupakan salah satu imam besar di jamannya.
Beliau dilahirkan di Hadramaut dan dibesarkan disana. Semenjak kecil beliau dididik langsung oleh ayahnya dan berjalan pada thariqah yang telah ditempuh oleh ayahnya. Beliau gemar mendalami ilmu dan selalu menyibukkan dirinya untuk menuntut ilmu, sehingga beliau berhasil menguasai berbagai macam ilmu. Beliau juga adalah seorang yang hafal Al-Qur’an. Selain menuntut ilmu di Hadramaut, beliau juga menuntut ilmu sampai ke kota Makkah dan Madinah.
Disamping kedalaman ilmunya, beliau adalah seorang yang banyak bermujahadah. Beliau banyak melakukan shalat dan puasa. Sifat wara’ dan banyak bersedekah juga selalu menghiasi diri beliau.
Beliau adalah orang yang pertama kali diberi nama Alwi, yaitu nama yang asalnya diambil dari nama burung yang terkenal. Beliau dikaruniai banyak keturunan, tersebar dan baik. Keturunan beliau ini dikenal dengan nama keluarga Ba’alawy. Jadi setiap keluarga Ba’alawy di seluruh dunia pasti bernasabkan diri kepada beliau. Keturunan beliau, keluarga Ba’alawy, tersebar di seluruh antero negeri. Nasab mereka lebih terang daripada sinar matahari dan cahaya rembulan.
Beliau adalah seorang yang sempurna memadukan kemuliaan diri dan nasab. Keutamaan-keutamaan beliau terukir di berbagai lembaran tulisan. Banyak para ulama dan ahli sejarah yang memuji dan mengagungkan beliau.
Diceritakan dalam salah satu riwayat, yaitu ketika beliau hendak melaksanakan perintah haji dan berziarah ke makam kakeknya Rasulullah SAW. Ikut di dalam rombongan beliau sekitar 80 orang, belum termasuk para pembantu dan sanak kerabatnya. Ikut juga di dalamnya saudaranya yang bernama Jadid. Itu semua beliau yang menanggung biaya perjalanannya. Ditambah lagi beliau sering bersedekah kepada orang lain di saat perjalanan pulangnya. Beliau juga membawa unta-unta dalam jumlah yang banyak untuk dipakai buat orang-orang yang lemah dalam rombongannya.
Beliau hanya mempunyai seorang anak yang bernama Muhammad. Tidak berbeda dengan ayahnya, Al-Imam Muhammad juga seorang yang dikaruniai kemuliaan sifat wara’, zuhud dan ibadah. Perkataan, perbuatan dan hal-ihwalnya selalu berada dalam kebaikan. Berkumpul di dalam dirinya keutamaan dan keindahan budi pekerti. Beliau adalah seorang yang sangat pengasih kepada anak-anak yatim, orang-orang lemah dan kaum fakir miskin. Banyak para ulama dan ahli sejarah yang menyebutkan, memuji dan menghormati beliau. Disamping itu, beliau adalah seorang yang berilmmu, kalamnya fasih dan pandai.
Beliau, Al-Imam Muhammad bin Alwi, dilahirkan di daerah Bait Jubair (di Hadramaut) dan dibesarkan disana. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayahnya dan juga dari beberapa ulama yang hidup di jamannya. Beliau meninggal pada umur 56 tahun, dengan tidak diketahui pasti tanggal meninggalnya dan tempat disemayamkannya.
Adapun anak beliau adalah bernama Alwi. Al-Imam Alwi juga mewarisi sifat-sifat kebaikan dari ayahnya. Beberapa ahli sejarah menyebutkan dan memuji kehidupan beliau. Beliau seorang imam, ulama, ahli zuhud dan ibadah. Selain itu, beliau juga seorang yang dermawan dan tawadhu. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayahnya dan beliau berjalan pada thariqah ayahnya.
Beliau dilahirkan di Bait Jubair dan dibesarkan disana dalam kemuliaan didikan. Beliau meninggal juga di tempat kelahirannya pada tahun 512 H.
Pada tahun 1962 di Pasuruan, Jawa Timur, yang terkenal sebagai Kota Santri telah diadakan satu pertemuan dan musyawarah yang dihadiri oleh 165 ulama besar Indonesia ketika itu yang membahaskan antara lain mengenai kemasukan Islam ke Indonesia. Antara kesimpulan yang diperolehi hasil musyawarah tersebut dinyatakan sebagai berikut:-
Kami atas nama Majlis Musyawarah menyampaikan bahwa Majlis Musyawarah dalam pertemuannya yang ketiga pada 8 Dzulhijjah 1382H bertepatan dengan 20 April 1962 yang dihadiri sekitar 165 ulama, setelah mendengarkan, membahas dan mencari bukti-bukti tentang hal tersebut di atas memutuskan bahwa yang pertama memasukkan Islam ke Indonesia adalah para Syarif 'Alawiyyin dari Hadhramaut yang bermadzhab Syafi`i.
Selain mensifatkan Imam 'Alwi bin 'Ubaidillah dengan ilmu, warak, tawadhu, dermawan, tinggi budi pekerti dan berbagai sifat kepujian, penting juga untuk kita beri perhatian bahwa al-Habib Ahmad bin Zain al-Habsyi.rhm dalam kitabnya tersebut dengan tegas menyatakan yang Imam 'Alwi bin 'Ubaidillah adalah seorang SUNNI SYAFI`I (SUNNIYYAN SYAAFI`IYYAN). Maka kenapa sekarang ada yang mengaku keturunan beliau tetapi menyalahi i'tiqad pegangan beliau, bahkan mencoba membingungkan umat dengan menimbulkan isu "mazhab Ahlil Bait", yang digambarkan sebagai berseberangan dengan Ahlus Sunnah wal Jama`ah.
Oleh karena itu, dari keterangan diatas al-habib Ahmad bin Zain al-Habsyi murid utama al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwy al-Hadad, agar kita tetap istiqamah atas jalan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama`ah yang melazimi salah satu mazhab dari mazhab empat yang muktabar. Pegangan i'tiqad yang jelas dan disepakati muwafaqah dengan yang sebenarnya yaitu Ahlus Sunnah wal Jama`ah, adalah sangat penting kerana atas dasar inilah amalan yang diterima. Mudah-mudahan Allah sentiasa menetapkan kita atas pegangan para salafus sholeh terdahulu yang disampaikan kepada kita melalui wasitah para ulama khalaf yang merupakan murid, pengikut dan khalifahnya para salaf terdahulu.
Sungguh mata rantai para ulama Islam tidak pernah terputus, berbeda dengan agama-agama samawi selainnya. Binasalah orang yang mencoba membeda-bedakan antara para ulama salaf dan ulama khalaf, sehingga menimbulkan paham seolah-olah kedua-dua pihak itu saling bertentangan. Sungguh tiada pada khalaf melainkan ajaran salaf.
[Disarikan dari Syarh Al-Ainiyyah, Nadzm Sayyidina Al-Habib Al-Qutub Abdullah bin Alwi Alhaddad Ba’alawy, karya Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Zain Alhabsyi Ba’alawy)

Wednesday, March 1, 2017

Nasionalisme KH.Maimun Zubair

Nasionalisme KH. Maimun Zubair
Ketika sebagian orang sekarang mengharamkan hormat kepada sang merah-putih dan berdiri saat lagu kebangsaan dinyanyikan;
ketika sebagian dari kita justru tidak bangga menjadi bangsa Indonesia;
ketika sebagian orang yang ditokohkan di negeri ini justru menyebut nasionalisme tidak ada dalilnya;
ketika sebagian warga yang hidup di atas bumi Indonesia justru bernafsu merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia;
ketika segelintir orang berhasrat mencabik pancasila dengan aneka pembenaran dalil yang mereka bawa;
ketika kita menyebut diri sangat cinta agama namun tak pernah mau menghargai sang saka, pancasila, & Bhinneka Tunggal Ika;
ketika itulah seharusnya kita malu kepada para ulama yang dengan kealimannya justru sangat cinta kepada Indonesia.
Pandanglah wajah teduh ulama sepuh ini!
Mbah Mun alias KH. Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang.
Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya digemakan, beliau yang sedari mula dituntun menggunakan kursi roda, --dengan sisa tenaga yang ada-- memaksa diri berdiri tegak untuk bersama-sama para muktamirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Usia beliau yang hampir mendekati 90 tahun sama sekali tidak melunturkan kecintaannya kepada Indonesia.
Begitulah nasionalisme beliau.
Begitulah cinta dan perjuangan beliau demi kedamaian Indonesia.
Lantas, bagaimana dengan kita, wahai anak muda?
Cintai Tuhanmu!
Cintai agamamu!
Cintai Nabimu!
Cintai kitab sucimu!
Cintai kiblatmu!
Namun, jangan kaukurangi cintamu kepada tanah airmu!

#‎NKRI ‪#‎Nasionalisme ‪#‎Muktamar33NU ‪#‎AkuBanggaMenjadiIndonesia
Saat melihat Mbah Mun dengan tertatih-tatih berusaha berdiri dari kursi rodanya untuk menyanyikan Indonesia Raya dalam pembukaan Muktamar ke-33 NU di Jombang Sabtu (1/8), Alissa Wahid (putri Gus Dur) buru-buru mengabadikannya, lalu mengunggahnya di akun twitternya,

Salah satu karomah abah ANOM

Salah satu karomah Abah Anom Qs. yang tidak terduga ialah Pondok Pesantren Suryalaya telah menjadi semacam 'Mekah' bagi seluruh penganut Thoriqah Qodiriyah sedunia.

Sheikh Hasyimuddin Al-Geylani ( adik Sheikh Afeefuddin Al-Geylani ) ketika menziarahi Pondok Pesantren Suryalaya pada 12 Okt 2012. Beliau mengunjungi Suryalaya bukan atas undangan dan tidak diketahui maksudnya kesana, tetapi yang jelas beliau yang bertugas sebagai penjaga Maqam Sultanul Auliya di Baghdad, Iraq , juga sebagai mursyid Thoriqah Qodiriyah berkata kepada pengemban Amanah Pondok Pesantren Suryalaya- Kiyai Zainal Abidin : "Tempat ini sudah menjadi 'Mekah' bagi seluruh pengamal Qodiriyah seluruh dunia'. "

#subhanallah..... Bibarokati syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin Qs.... Alfatihah.....

MAKAM IMAM AL GHAZALI-(HUJJATUL ISLAM)

 MAKAM IMAM GHOZALI - HUJJATUL ISLAM ( HUJJAH AGAMA ISLAM & THE BEST UMMAT NABI MUHAMMAD SAW )
-SULTHONUL ILMI ( RAJA ILMU AGAMA )
DI THUS IRAN 
#FOTO TERBARU...
Dari 300 Kitab Ada juga yang Menakjubkan KITAB INJIL Ditulis Dengan hafal oleh beliau Pakai Bahasa IBRANI Dan Ayat2 INJIL DIBANTAH INDAH yg Menuhankan Nabi Isa..
Karya-Karya Imam Al Ghazali
Imam Al Ghozali termasuk penulis yang tidak terbandingkan lagi, kalau karya imam Al Ghazali diperkirakan mencapai 300 kitab, diantaranya adalah :
1. Maqhasid al falasifah (tujuan para filusuf), sebagai karangan yang pertama dan berisi masalah-masalah filsafah.
2. Tahaful al falasifah (kekacauan pikiran para filusifi) buku ini dikarang sewaktu berada di Baghdad di kala jiwanya di landa keragu-raguan. Dalam buku ini Al Ghazali mengancam filsafat dan para filusuf dengan keras.
3. Miyar al ‘ilmi/miyar almi (kriteria ilmu-ilmu).
4. Ihya’ ulumuddin (menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama). Kitab ini merupakan karyanya yang terbesar selama beberapa tahun ,dalam keadaan berpindah-pindah antara Damakus, Yerusalem, Hijaz, Dan Thus yang berisi panduan fiqih, tasawuf dan filsafat.
5. Al munqiz min al dhalal (penyelamat dari kesesatan) kitab ini merupakan sejarah perkembangan alam pikiran Al Ghazali sendiri dan merefleksikan sikapnya terhadap beberapa macam ilmu serta jalan mencapai tuhan.
6. Al-ma’arif al-aqliyah (pengetahuan yang nasional)
7. Miskyat al anwar (lampu yang bersinar), kitab ini berisi pembahasan tentang akhlak dan tasawuf.
8. Minhaj al abidin (jalan mengabdikan diri terhadap tuhan). 
9. Al iqtishad fi al i’tiqod (moderisasi dalam aqidah).
10. Ayyuha al walad.
11. Al musytasyfa
12. Ilham al –awwam an ‘ilmal kalam.
13. Mizan al amal.
14. Akhlak al abros wa annajah min al asyhar (akhlak orang-orang baik dan kesalamatan dari kejahatan).
15. Assrar ilmu addin (rahasia ilmu agama).
16. Al washit (yang pertengahan) .
17. Al wajiz (yang ringkas).
18. Az-zariyah ilaa’ makarim asy syahi’ah (jalan menuju syariat yang mulia)
19. Al hibr al masbuq fi nashihoh al mutuk (barang logam mulia uraian tentang nasehat kepada para raja).
20. Al mankhul minta’liqoh al ushul (pilihan yang tersaing dari noda-noda ushul fiqih).
21. Syifa al qolil fibayan alsyaban wa al mukhil wa masalik at ta’wil (obat orang dengki penjelasan tentang hal-hal samar serta cara-cara penglihatan).
22. Tarbiyatul aulad fi islam (pendidikan anak di dalam islam)
23. Tahzib al ushul (elaborasi terhadap ilmu ushul fiqiha).
24. Al ikhtishos fi al ‘itishod (kesederhanaan dalam beri’tiqod).
25. Yaaqut at ta’wil (permata ta’wil dalam menafsirkan al qur’an).

Tuesday, February 28, 2017

Amalan zikir Harian Imam AL Ghazali

Bissmillaahirrahmaanirrahiim........Zikir Harian (Amalan Hujjatul Islam Imam Al Ghazali)Setiap ulama besar memiliki aurad zikir yang agak berbeda dalam metode atau tata caranya, perbedaan tersebut yang akan menjadikan ciri khas dari ulama tersebut, demikian pula Hujatul Islam Imam Ghazali ra. Beliau telah menyusun aurad untuk di amalkan setiap hari dalam seminggu.Manfaat dan rahasia yang terkandung didalamnya tentu sangat beragam dan banyak sekali, tetapi hal tersebut tergantung pada keikhlasan pengamalnya.Aurad yang kami sampaikan disini ialah aurad untuk diamalkan setiap hari dengan aurad yang berbeda setiap harinya, jumlah bacaan yang dianjurkan oleh beliau ialah sebanyak 1000 kali danterus menerus dengan rincian jadwal sebagai berikut :JUMAAT :Ya Allah(Allah akan memberi ketenangan hati kepada orang yang membacanya)SABTU :Laillahaillallah(Setiap kali menyebutnya, Allah akan hampir kepada kita dan Allah akan memberi segala kebaikan kepada kita)MINGGU :Ya hayyu Ya qa yum(Memperolehi harta yang banyak dan membawa berkat sertai dicintai oleh setiap manusia)ISNIN :Laa haula wala quwata illa billahil ‘aliyul ‘azhim(Setiap kali bacaan, Allah memberi pahala sebesar Bukit Uhud dan Allah menghilangkan sifat-sifat mazmumah dalam diri kita)SELASA :Allahumma solli ‘ala ‘abdika warasu lika wanabika al amin wa’ala alihi wasobihi wasalim(Setiap satu kali bacaan, Allah akan ampunkan dosa kita selama setahun)RABU :Istigfar(Setiap satu kali bacaan, Allah akan hilangkan satu titik hitam dalam hati)KHAMIS :Subahanallahil ‘azim, subahanallahi wabihamdihi(Setiap satu kali bacaan, Allah akan mengampunkan dosa kita sebanyak buih dilautan dan Allah akan menghidupkan satu pohon buat kita di Syurga)
Wallahu A'lam bishawab....

Monday, February 27, 2017

IJAZAH SHOLAT DHUHA

IJAZAH SHALAT DHUHA DARI KH ABDULLOH UMAR AL HAFIZ SEMARANG.

Sabda Rasulullah saw :
Barangsiapa yg shalat subuh lalu duduk berdzikir hingga terbitnya matahari (Isyraq) maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna (HR Imam Tirmidziy hadits no.586)

Dilaksanakan setelah waktu pelaksanaan sholat isroq, yaitu setelah matahari naik sepenggalah (sekitar jam 7 pagi) sampai sebelum matahari tepat di atas kepala (sekitar jam 11 siang).
Di kerjakan boleh 2, 4, 8, sampai 12 rokaat.

Sebelum takbirotul ihrom membaca;

الله شاهدي، الله حاضري، الله مطلع علي، الهي! انت مقصودي ورضاك مطلوبي، اعطني محبتك ومعرفتك، برحمتك ياارحم الراحمين

Allohu syahidi,,
Allohu khadliri
Allohu muttoli'un 'alayya
Ilahii anta maqsudii
Waridloka matlubiy
A'tiniy mahabbatak wa ma'rifatak

Alloh menyaksikanku
Alloh di hadapanku
Alloh melihatku
Duh Gusti engkau tujuanku
Ridlomu yang aku pinta
Berilah aku kecintaan dan ma'rifat kepadamu

Niatnya:
اصلي سنة الضحي ركعتيني لله تعالي

usholli sunnatadl dluhaa rok'ataini lillaahhi ta'aalaa.
"Aku niat sholat sunnat dluha dua roka'at karena Allah Ta'ala".

Surat yang dibaca ba'da fatihah:
1. Roka'at awal usai fatihah surat al syamsi
2. Roka'at kedua usai fatihah surat al lail.
Dalam sujud ahir pada rokaat kedua usai membaca subhana robbiyal a'la wabihamdihi 3 kali, di tambah baca;
Ya wahhab 40 kali.
Salam

3. Rokaat 3 usai fatihah baca surat al duha
4. Rokaat 4 usai fatihah bc surat al insyiroh.
Pada sujud ahir rokaat keempat usai bc tasbih bc ;
Ya Wahhab 40 kali.
Salam

5. Rokaat 5 usai fthh bc surat al tin
6. Rokaat 6 usai fthh bc surat al qodr
Sujud ahir bc Ya Wahhab 40 kali.
Salam.

7. Rokaat 7 usai fthh bc surat al bayyinah
8. Usai fthh bc surat al zil zal
Sujud ahir bc ya wahhab 40 kali.
Salam.

9. Rokaat 9 usai fthh bc surat al adiyat
10. Rokaat 10 usai fthh bc surat al qoriah.
Sujud ahir bc ya wahhab 40 kali.
Salam.

11. Rokaat 11 usai fthh bc surat al takasur
12. Rokaat 12 usai salam bc surat al asr.
Sujud terahir bc ya wahhab 40 kali.
Salam.
Baca Ya Basit 10 kali.

Doa
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاةوالسلام علي اشرف المرسلين سيدناومولانامحمدوعلي اله وصحبه اجمعين. اللهم ان الضحأضحأك، والبهاءك، والجمال جمالك، والقوةقوتك، والقدرةقدرتك، والعصمة عصمتك، اللهم إن كان رزقي في السمأفأنزله، وان كان في الارض فأخرجه، وان كان معسرا فيسره، وان كان حراما فطهره، وان كان بعيدا فقربه. بحق ضحاءك وبهاءك وجمالك وقوتك وقدرتك وعصمتك اللهم اقض حاجتي وأتني ماأتيت عبادك الصالحين، اللهم يسرعلي اليسرالذي يسرته علي كثيرمن عبادك، وأغنني بفضلك عمن سواك. يافتاح يارزاق ياذي الجلال والاكرام، اللهم افتح لناأبواب السموات والارض وارزقنارزقاحلالاطيباوأكرمنابالغني عن الناس، اللهم ربناأنزل عليناماءدةمن السمأتكون لناعيدالأولناوأخرناوأية منك وارزقناوانت خيرالرازقين. ربناهبلنامن أزواجناوذرياتناقرةأعين واجعلناللمتقين اماما. ربناأتمم لنانورناواغفرلنا إنك علي كل شيئ قدير. رب أنزلني منزلامباركاوأنت خيرالمنزلين، ربناأتنافي الدنياحسنة وفي الأخرة حسنة وقناعذاب النار، وصلي الله علي سيدنامحمدوعلي أله وصحبه اجمعين، سبحان ربك رب العزةعمايصفون، وسلام علي المرسلين والحمدلله رب العالمين. الفاتحة..

alloohhumma innadl dluhaa-a dluhaa-uka, wal bahaa-a bahhaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ishmata 'ishmatuka.
alloohhumma ingkaana rizqi fissamaa-i fa-anzil hu, wa inkaana fil ardli fa-akhrjhhu , wa inkaana mu'assaron fayassir hu, wa inkaana harooman fathohhir hu, wa inkaana ba'iidan faqorribhhu, bihaqqi dluhaa-ika, wa bahhaa-ika, wa jamaalika, wa quwwatika
wa 'ishmatika,
Allohummaq dli khajati wa atiniy ma ataiyta 'ibadakassolikhin. Allohumma yassir alaiyyal yusrolladzi yassartahu ala katsirin min 'ibadik, wagnini bifadlika amman siwak. Ya fattahu ya rozzaqu ya dzal jalali wal ikrom. Allohummaf tah lana abwabassamawati wal ard warzuqna rizqon khalalan toyyiba, wa akrimna bil ghina aninnas. Allohumma robbana anzil alaiyna maa idatamminassama', takunu lana 'ii dalliawwalina wa akhirina wa ayatamminka warzuqna wa anta khoirurroziqiin. Robbana hablana min azwajina wa dzurriyati